Pagelaran Jathilan secara Estafet Terlama

Share:
Pagelaran Jathilan secara Estafet Terlama

Dalam rangkaian Sleman Gumyak untuk memeriahkan Jogja Heboh, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata dan BPPS Kabupaten Sleman menggelar jathilan secara estafet 56 jam tanpa henti.

Tarian jathilan juga sering disebut jaran kepang atau kuda lumping merupakan tari tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda yang terbuat dari bambu dianyam dan dibentuk menyerupai kuda .

Jathilan juga merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran pasukan berkuda yang tampak dari gerakan-gerakan ritmis dinamis dan agresif melalui kibasan anyaman bambu menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Dimulai sejak 6 Maret 2020 sampai 8 Maret 2020, pagelaran jathilan diikuti oleh 16 grup dari Kabupaten Sleman antara lain Turonggo Aryo Seto, Bekso Raras Wiromo, Kridho Turonggo Manunggal, Turonggo Seto, Puspita Wiromo Mudo, Agung Kadirojo, Satrio Mudo Manunggal, Turonggo Puspo Kencono, Mekar Budoyo, Kudo Saseso Jati, Turonggo Wulung, Turgo, Manunggal Putro Mataram, Kudo Langendriyo, Turonggo Cahyo Mudo.

Para penonton disuguhkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis seperti minum air kembang, makan kaca, mengupas kelapa dengan gigi yang menggambarkan kekuatan supranatural yang berkembang pada jaman kerajaan dahulu.

Nomor Rekor: 9455

Rekoris :
1. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
2. Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Kabupaten Sleman

Pelaksanaan : Tlogo Putri Kaliurang Yogyakarta, 6-8 Maret 2020

Ditulis oleh Tim MURI

Pagelaran Jathilan secara Estafet Terlama