Sekolah Katolik Putri Berasrama Pertama

Share:

Saat Daendels menjadi Gubernur Jendral VOC, umat Katolik mulai diberi izin untuk merayakan misa secara terbuka. Pada 1856, 7 Suster dari ordo Ursulin yang berkarya kerasulan di bidang pendidikan, mendirikan biara susteran dan sekolah TK dan SD tiba di Batavia. Untuk pertama kalinya para suster menerima murid sebanyak 3 orang dan seluruhnya perempuan. Mereka sekaligus diterima untuk masuk asrama, dan menjadi penghuni asrama yang pertama.

Pada bulan Oktober 1856, jumlah siswa yang diterima di asrama sudah menjadi 40 orang, pada akhir tahun jumlah siswa tingkat Frobel School (TK) menjadi 62 orang, dan siswa tingkat Lagere School (SD) dengan cepat mencapai 295 orang. Karena karya pendidikan ini ditangani oleh para suster dari Komunitas dan Biara Santa Maria, maka sekolah yang dirintis pun juga disebut sebagai Sekolah Santa Maria. Inilah cikal - bakal Sekolah Santa Maria di Jl. Juanda Jakarta, yang kini berkembang menjadi KB-TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Atas hal tersebut, MURI memberikan penghargaan kepada Biarawati Ursulin Komunitas Santa Maria dan Kampus Santa Maria sebagai "Biarawati Katolik Pertama di Indonesia" dan "Sekolah Katolik Putri Berasrama Pertama" pada 6 Februari 2016.

Rekoris : KAMPUS SANTA MARIA JAKARTA
Pelaksanaan : Jakarta, 6 Februari 2016

Ditulis oleh admin

muri-logo-media@2x