Desa Adat Pertama yang Membangun Museum Pustaka Lontar Bali secara Gotong Royong

Diposting Pada 28 August 2020

Disusun oleh Tim Muri

Desa Adat Dukuh Penaban membangun Museum Pustaka Lontar untuk melestarikan dan menyelamatkan lontar-lontar warga yang saat ini mulai kurang mendapat perhatian dengan cara gotong royong serta memberdayakan semua warga.

Museum Pustaka Lontar diresmikan pada 14 November 2017. Saat itu bangunan yang sudah terbangun disebut “Bale Sangkul Putih” dan proses pembangunan berjalan dan konservasi lontar dan pelatihan lontar juga berjalan secara bertahap.

Tidak hanya sebagai pusat pelestarian dan pendidikan dengan kegiatan klinik lontar, konservasi lontar, transkrip alih aksara, pembacaan prasasti, saat ini Museum Pustaka Lontar juga menjadi tempat wisata dan turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat Desa Adar Dukuh Penaban.

Dengan dibangunnya Museum Pustaka Lontar diharapkan dari budaya gotong royong warisan nenek moyang tetap dilestarikan meski sudah pada era digital atau Revolusi industri 4,0.

Share :