Menabung Saham dari Penjualan Sampah oleh Mahasiswa Terbanyak

Diposting Pada 12 September 2019

Disusun oleh Tim Muri

Seiring dengan bertumbuhnya ekonomi di Indonesia, semakin meningkat pula kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Gaya hidup yang semakin kompleks membuat orang memiliki banyak tuntutan untuk memenuhi segala macam kebutuhan dan keinginan yang ada, tentunya diperlukan cara untuk mendayagunakan uang yang dimiliki, salah satu caranya adalah dengan melakukan investasi.

Laboratorium Galeri Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (GIS BEI FEBI UINSA) bekerja sama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal di lingkungan UINSA agar civitas academica dapat memahami dengan benar keberadaan lembaga-lembaga keuangan, khususnya pasar modal.

Melihat kondisi tersebut, GIS BEI FEBI UINSA merealisasikan keinginan mahasiswa dengan keterbatasan dana untuk berinvestasi di pasar modal dengan membuat program "Nabung Saham, Modal Sampah" yang diberi nama assalam. Mahasiswa mengumpulkan sampah setiap hari yang didepositkan menjadi uang lalu disalurkan oleh BBS ke GIS BEI FEBI UINSA dan diinvestasikan dalam bentuk saham bagi mahasiswa dengan cara membuka rekening efek di IPOT yang menjadi anggota bursa mitra GIS BEI FEBI UINSA.

Program Nabung Saham Modal Sampah yang diikuti oleh 5.145 mahasiswa diharapkan dapat memberikan hal yang positif bagi pasar modal di Indonesia. Diharapkan dengan terus mengumpulkan sampah kertas, plastik dan lainnya di sekitar mahasiswa untuk semakin meningkatkan keaktifannya dalam membeli saham.

Share :