Mengaji Kitab Nashooihul Ibad dengan Santri Terbanyak

Diposting Pada 23 October 2017

Disusun oleh Tim Muri

Penetapan tgl 22 Oktober sebagai Hari Santri tidak lepas dari kiprah santri dan para kiai dalam melawan kolonial. Pada 21 Oktober 1945, para kiai se-Jawa dan Madura berkumpul di Kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama). Setelah rapat darurat sehari semalam, pada 22 Oktober dideklarasikan seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah “Resolusi Jihad”.

Untuk memperingati momentum bersejarah perjuangan para kiai dan santri mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengadakan Gebyar Hari Santri Nasional dengan mengambil tema “Bhakti Santri Untuk Negeri“.

Mengambil semangat perjuangan Laskar Hizbullah dan para santri yang rela berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah dikumandangkannya fatwa Resolusi Jihad, diadakan pengajian kitab kuning membaca Kitab Tafsir Munir Karya KH. Nawawi Al Bantany.

Sebanyak 50.000 santri dari berbagai komponen membanjiri Gelora Utama Delta Sidoarjo melafalkan kitab kuning secara massal.

Share :