Penanaman Sayuran dengan Sistem Akuaponik secara Daring oleh Mahasiswa Terbanyak

Diposting Pada 09 October 2020

Disusun oleh Tim Muri

Rangkaian masa orientasi mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang diisi dengan kegiatan 2.214 mahasiswa baru yang melakukan penanaman sayuran dengan teknik akuaponik secara daring sebagai inspirasi untuk bergerak secara mandiri memberdayakan lingkungan dengan menanam dan memanfaatkan barang bekas di sekitarnya.

Akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik atau saling menguntungkan. Teknik ini merupakan sebuah alternatif menanam pada air yang ditambahkan ikan dalam satu wadah yang akan menyerap toksin dan sisa-sisa pembuangan dari tanaman.

Ketahanan pangan jadi isu penting di masa Pandemi saat ini sehingga kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pembelajaran cara menjaga ketahanan pangan dengan keterbatasan lahan, dan pemanfaatan barang-barang yang sangat mudah dipraktikan.

Jenis sayuran yang ditanam oleh seluruh mahasiswa baru UPGRIS di antaranya sawi, kangkung, pokcay, tomat dan cabai serta ikan lele secara akuaponik dengan bahan bekas pakai, kemudian ditayangkan secara virtual yang juga disaksikan langsung oleh Rektor UPGRIS.

Share :