Pengasapan Ikan Cakalang Pertama dengan Asap Cair

Diposting Pada 13 October 2018

Disusun oleh Tim Muri

Pada Dies Natalis Fakultas Perikanan  dan Ilmu Kelautan UNDIP ke-50 diadakan serangkaian kegiatan yang di antaranya pengasapan ikan cakalang pertama dengan metode asap cair. Sebanyak 333 ekor ikan disediakan dengan berat total 250 kilogram.

Proses pengasapan dengan menggunakan asap cair hasil penemuan Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc. selama 8 jam kemudian ikan ditiriskan lalu dimasukkan ke dalam oven selama 1 jam. Setelah matang disajikan di meja sepanjang 50 meter.

Pemanfaatan asap cair sebagai alternatif metode pengasapan ikan yang murah, mudah diterapkan dan ramah lingkungan sudah saatnya diterapkan di Indonesia.

Asap cair merupakan suatu campuran larutan dan dispersi koloid dari uap asap kayu dalam air yang diperoleh dari hasil pirolisa atau proses pemanasan (destilasi kering) limbah kayu yang jika dikondensasi menghasilkan asap cair dan memiliki sifat spesifik asap.

Asap cair memiliki berbagai sifat fungsional, fungsi utama adalah menghasilkan rasa dan warna yang diinginkan pada produk asapan yang diperankan oleh senyawa fenol dan karbonil, fungsi selanjutnya adalah sebagai pengawet karena kandungan senyawa fenol dan asam yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan.

Mengubah paradigma pengolahan ikan asap yang berdampak pada pencemaran lingkungan utamanya pencemaran udara, penerapan asap cair dapat lebih menjamin keamanan bagi kesehatan konsumen (bebas karsiogenik).

Pengembangan produk asap cair di Universitas Diponegoro sebagai bahan aditif yang telah diketahui aman digunakan untuk kesehatan telah dimulai lebih dari dua puluh tahun yang lalu, khususnya sebagai preservasi produk perikanan.

Share :