Peragaan Menenun oleh Perajin Tenun Terbanyak

Diposting Pada 13 July 2019

Disusun oleh Tim Muri

Tenun troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat dan tenun pakan. Keterampilan membuat tenun ikat sudah dimiliki oleh warga Desa Troso sejak tahun 1935 yang bermula dari tenun pancal dan kemudian pada tahun 1946 beralih menjadi alat tenun bukan mesin (ATBM).

Keunikan Desa Troso sebagai sentra kerajinan tenun tradisional Nusantara kini dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Wisatawan tidak hanya sekedar dapat berbelanjan kain tenun, namun juga dapat melihat langsung proses pembuatan kain troso. Wisatawan juga bisa menikmati beragam kegiatan kesenian dan budaya yang telah menjadi agenda tetap Desa Troso, salah satunya Festival Troso yang diselenggarakan setiap bulan Juli.

Sebanyak 1.408 penenun Desa Troso yang merupakan para pelaku UMKM ikut memeriahkan Festival Troso dengan menggunakan 32 alat tenun bukan mesin (ATBM). Para penenun menampilkan tenun troso yang populer, diantaranya motif Belik Boyolali, Sicengkir, Kedawung dan Ampel.

Share :