Pimpinan Perguruan Tinggi Pertama yang Dua Kali Menaikkan Status Lembaganya (STAIN, IAIN, dan UIN)

Diposting Pada 22 October 2021

Disusun oleh Tim Muri

Tidak banyak tokoh yang mencapai puncak karir di Institusi Perguruan Tinggi Negeri yang dimulai dari tingkat paling dasar. Mengawali karir sebagai tenaga honorer tidak membuat Babun putus asa sambil menempuh pendidikan S-1 dan lanjut S-2 serta S-3 hingga mampu meraih gelar guru besar (Profesor).

Sejalan dengan itu, karirnya di IAIN Sunan Ampel Cabang Surabaya pelan-pelan naik, dari pramukantor dan tukang ketik menjadi staf Subbag Umum, lalu Ketua Penjaminan Mutu (2006-2008), dan Direktur Pascasarjana (2008-2012) yang selanjutnya diberi kepercayaan sebagai Ketua (Rektor) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember (2012-2015)

IAIN Jember telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddik (UINKHAS) dan kembali diberi amanah untuk memimpin kampus ini untuk periode 2021-2025.

Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M adalah sosok pekerja keras, ulet, dan fokus pada target perjuangan yang beliau rintis dari pramukantor hingga menjadi orang nomor satu bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meraih sukses, sosoknya mampu menciptakan aura positif dan inspiratif.

Share :