Survei Nyamuk dengan Hasil Spesies Terbanyak

Diposting Pada 22 August 2019

Disusun oleh Tim Muri

Pada peringatan Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) tahun 2019 Kementerian Kesehatan Republik mendukung pengendalian vektor berbasis bukti. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Badan Litbangkes Kemenkes RI melakukan pengumpulan spesimen nyamuk dari 29 Provinsi di Indonesia melalui Rikhus Vektora pada tahun 2015 hingga 2018.

Hasil penelitian tersebut telah terkumpul 221 spesies dan 18 genus yang terdiri dari 55 spesies Aedes, 45 spesies Anopeles, 1 Spesies Aedeomyia, 15 spesies Armigeres, 39 spesies Culex, 4 spesies Coquillettidia, 1 Spesies Ficalbia, 1 speies Heizmannia, 4 spesies Lutzia, 1 spesies Malaya, 8 spesies Mansonia, 3 spesies Mimomyia, 2 spesies hodgesia, 5 spesies Topomyia, 4 spesies Toxorhyncites, 5 spesies Tripteroides, 27 spesies uranotaenia, 2 spesies Bironella yang berhasil dikoleksi dalam periode waktu tersebut.

Beberapa spesies dari genus Anopheles, Culex, Aedes, Mansonia dan Armigeres telah diidentifikasi sebagai vektor malaria, sedangkan Japanese encephalitis, Vilariasis diidentifikasi deman berdarah dengue dan chikungunya.

Hasil inventarisasi nyamuk dan habitatnya ini diharapkan dapat melengkapi data keberadaan nyamuk di Indonesia sebagai pendukung upaya pengendalian penyakit tular vektor secara efektif dan efisien.

 

Share :