Ani Ka’bo Terbesar

Diposting Pada 25 October 2018

Disusun oleh Tim Muri

Manik-manik sebagai benda budaya dipakai oleh berbagai suku bangsa di dunia dalam tradisi dan ritual kehidupan dan keagamaan sebagai kelengkapan ritual maupun busana serta aksesorisnya maupun lambang status sosial pada tatanan masyarakat.

Bagi Suku Dayak, manik-manik memiliki makna yang dalam sebagai simbol di balik warna-warninya yang berkorelasi dengan emosi spiritual.

Nilai dan fungsi manik-manik lebih mengutamakan pemaknaan yang mengarah dari sisi nilai sebagai benda yang memiliki pesona magis, sakral, eksotis, di samping nilai artistik dan estetika.

Pemakaian manik-manik dimaknai mampu menyelaraskan relasi antara manusia, alam semesta dan dunia roh.

Namun saat ini manik-manik banyak dilihat lebih pada sisi objek keindahan seni dan dikonversikan dengan nilai ekonomi sebagai ragam bentuk cendera mata.

Ani ka'bo atau kalung dan buah kalung manik-manik dari suku Dayak Sa'ban dengan panjang kalung 2 meter dengan buah kalung berbentuk bulat telur sepanjang 40 cm dan diameter 30 cm adalah simbol kepemilikan, penghormatan, pelestarian atas eksistensi manik-manik sebagai warisan budaya Dayak, terutama Dayak Sa'ban.

Share :