Edukasi Penggunaan dan Penyalahgunaan Obat secara Serentak kepada Pelajar Terbanyak

Diposting Pada 01 May 2018

Disusun oleh Tim Muri

Maraknya peredaran obat palsu dan ilegal serta semakin tingginya kasus penyalahgunaan obat di Indonesia tentu menjadi perhatian kita bersama, terutama apoteker sebagai tenaga kesehatan dan pejabat yang diberikan kewenangan untuk pelayanan kefarmasian.

Dalam "nine star pharmatic", salah satu fungsi dan peran apoteker adalah sebagai "pendidik" yang diimplementasikan secara langsung kepada masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut, 2.995 apoteker dari PD Ikatan Apoteker Indonesia-Jawa Tengah bersama 625 sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK di 35 kabupaten/kota untuk memberikan edukasi penggunaan serta penyalahgunaan obat kepada 80.512 pelajar.

Pelayanan farmasi tidak sebatas membuat atau menjual obat saja, tetapi juga memastikan bahwa pasien menggunakan obat dengan tepat dan benar. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan informasi dan edukasi seluas luasnya kepada pasien dan masyarakat dan kontribusi apoteker yang menyeluruh dalam hal penggunaan obat tepat dan peresepan yang rasional serta ekonomis.

Share :