Pagelaran Sampe Terbanyak

Diposting Pada 21 October 2018

Disusun oleh Tim Muri

Sampe yang dalam dialek lain disebut sape bermakna 'memetik dengan jari’ adalah karya budaya tradisional Suku Dayak yang adiluhung atas perangkat musik petik.

Dimainkan dengan cara memetik dawai melalui jari-jari dari kedua belah tangan menghasilkan lantunan nada syahdu, teduh dan sendu yang membawa menerawang dalam imaji, baik ungkapan sukacita maupun nestapa. Di balik kesyahduan nada yang dihasilkan, sampe menyimpan kearifan lokal yang selaras dengan konservasi alam dan kebajikan hidup.

Alat musik sampe terbuat dari kayu yang dibentuk dan dipahat menyerupai gitar. Pada awalnya, sampe berdawai dari serat pohon enau, namun kini sudah memakai senar atau kawat kecil.

Suku Dayak tertentu percaya, hanya kayu yang diambil saat bulan gelap yang bagus untuk sape, oleh karenyanya dibutuhkan saat dan jenis kayu yang tepat ketika membuat sampe.

Pada gelaran Irau Malinau 2018, Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Malinau menampilkan pertunjukan 1.000 sampe.

Sampe Kenyah yang berbadan kecil memanjang, pada bagian ujungnya berbentuk kecil dengan ukuran panjang sekitar 1-1,5 meter dan memiliki 11-12 tangga nada dengan 3 sampai 5 untai.

Saat ini sampe tidak saja dimainkan secara solo, namun juga dikolaborasikan dengan musik tradisi lainnya, bahkan musik modern dan dawai sampe akan terus berdenting bersama kemajuan zaman yang menuntun berevolusi menjadi bagian khasanah musik modern.

Share :