Sajian Makanan Tambahan Berbahan Lokal kepada Balita Terbanyak

Diposting Pada 26 November 2018

Disusun oleh Tim Muri

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Kabupaten Kotabaru diisi dengan peluncuran kreasi menu pemberian makanan tambahan kepada balita yang berbasis bahan pangan lokal kepada 1.613 balita dengan dengan kroket labu kuning isi abon ikan laut.

Kroket yang kulitnya dibuat dari waluh dan diisi abon ikan dan sayur memiliki nilai komposisi kandungan gizinya yang sama dengan 'Isi Piringku' kemudian disosialisasikan menjadi makanan tambahan bagi balita maupun makanan tambahan pendamping ASI (MPASI).

Masa pertumbuhan balita memerlukan asupan makanan tambahan dengan kandungan gizi yang cukup adalah untuk pendukung perkembangan fisik dan otak. Selain menanggulangi angka stunting atau masalah gizi kronis pada balita, hal ini juga menurunkan angka kematian ibu.

Dengan pemberian makanan tambahan yang berbasis bahan pangan lokal akan diperoleh kemudahan dalam sediaan, produksi dan modifikasi jenis menu dan rasa yang telah familiar, dan harga yang bersahabat.

Share :